Sore itu mataku tertuju pada gadis cantik disebrang rak buku tampat ku berdiri, entah mengapa mata ini tak dapat ku palingkan dari wajahnya, ingin ku tahu siapa namanya, dimana dia tinggal, dan yang paling penting apakah dia sudah mempunyai kekasih atau belum. Namun ku terkejut saat melihat ada seorang pria menghampiri dirinya, berbincang dengannya seperti seorang yang dekat dengannya.
"Ah..Dia pasti temannya" begitu batinku, setidaknya harapku.
Hingga dia lepas dari pandanganku, ternyata pria tersebut masih bersamanya, tak rela rasanya hati ini melihatnya dengan pria lain (walau sebenarnya apa hak ku untuk marah pada pria itu?).
Malam itu ku tak dapat tidur, karna lagi-lagi bayangan wanita itu masih tersimpan didalam memori otak ku. "Ehm,,,Ngomong-ngomong siapa ya nama wanita tersebut" Dalam bathinku. Akhirnya ku tertidur dengan perasaan masih tertempel pada wanita tersebut.
Keesokan harinya, aku memulai dengan kehidupan yang biasa, bangun pagi, siap-siap dan brngkt kerja. Namun betapa terkejutnya aku, saat ku lihat ternyata aku bertemu wanita yang kemarin ditoko buku, sedang berada dikantor ku (lebih tepatnya lift kantor ku), panas dingin diriku (bukan karna diriku sedang sakit. Namun. Ya kalian tahulah), "Ehm,,,kenalan,,,engga,.,kenalan,,engga" itu ucapku dalam hati berulang-ulang.
Hingga pada akhirnya dia keluar dari lift dan saya tidak berani untuk bertanya siapa namanya. "Arrgghhh,,,Bodoh, kenapa saya tidak berani berkenalan dengannya?" Jerit saya dalam hati.
Namun ternyata kesempatan bagi saya terbuka, pada saat saya dikantin saat hendak makan siang saya bertemu lagi dengan wanita tersebut. Dan yang lebih mengembirakan ternyata teman kantor saya kenal dengannya. ( karena sayamelihat mereka sedang berbincang layaknya seorang teman). "Wah,,,kesempatan nech bisa kenalan lewat Doni" Batin saya.
Akhirnya saya mendatangi mereka. "Hai, Don" Sapa saya basa-basi.
"Hai,,, Ris, pa kabar lo" jawabnya.
"Bae kok, lo ndri pa kabar?"
"Bae,bae,,oiya Ris kenalin nech cewe gua" kata Doni.
"Ow,,hai pa kabar. Risnuta" Sapa saya tanpa memperhatikan ucapan Doni.
"Dian.."
akhirnya kami bertiga (saya, Doni, dan Dina) berbincang bersama, aku merasa seperti orang paling beruntung sedunia, karna aku dapat berkenalan dengan wanita yang ku sukai. Namun ternyata kenyataan tidak semanis keinginan, pada saat pulang kantor saya tanpa sngaja bertemu Dina diloby kantor. "Hai Din, baru plang" sapa saya.
"E..Iya nech Ris, kamu baru pulang"
"Iya nech,., Mank pulang kemana, perlu aku anter ga" ajak saya basa basi (sebenarnya berharap dia mau).
"Kematraman, Ehm,,,duluan aja dech lagi nunggu Doni nech"
"Ow,,kamu suka sama Doni yach?" canda saya.
"Iyalah gua suka, namanya juga orang pacaran" kata Dina
“Hah.,.kamu pacaran sama Doni”
“Lah.,.khan tadi juga dah dibilang sama Doni kalo gua pacarnya dia, makanya jangan ngelamun mulu,.,ahahahah,.,” Canda Dia
“Heheheh.,ehm..,kalo gitu aku duluan yach, bye”
“Oke, bye.,hati-hati dijalan yach”
Gubrak,, jatuh, remuk semua harapan saya, hancur berkeping semua jiwa yang saya susun. Smnjak hari itu aku selalu bilang pada diri sndiri untuk tidak mudah sayang kepada orang lain. (dan tentu harus benar-benar mendengarkan orang lain)
Original Write By: Risnuta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar